Blog Kang Zen

Mengajak Anda Bergerak Dengan Sepenuh Hati

Archive for October, 2008


Tebak-tebakan berhadiah

Friends, jika ada diantara kamu yang pertama kali bisa menjawab ke 20 tebakanberikut ini dengan benar, insya Allah aku kasih hadiah pulsa gratis senilai 20 ribu. Lumayan loh…iseng-iseng…bermanfaat… mencerdaskan… dan berhadiah…Go!

1. Seorang dokter memberikan 3 buah tablet kepadamu. Dan kamu harus meminumnya setiap setengah jam sekali. Berapa lama kamu baru boleh menghabiskan tablet tersebut?

2. Mobil sedang apa, yang bannya muter tapi gak mau maju?

3. Neneknya siapa yang pandai melompat?

4. Ada bulan yang 30 hari dan ada bulan yang 31 hari. Dalam satu tahun, ada berapa bulan yang mempunyai 28 hari?

5. Berapakah 30 dibagi setengah, setelah itu ditambah 10 yang sudah dikurangi 5?

6. Apakah limau itu?

7. Sebutkan 3 hal yang kalau kamu memberikannya dengan ikhlas justru akan bertambah?

8. Berapa PASANGKAH jumlah binatang yang diangkut oleh nabi musa ke dalam kapalnya, ketika banjir besar melanda dunia?

9. Orang apa yang kalo dipukul tapi ga kena2?

10. Apakah fungsi dari ekor monyet?

11. Kenapa ya anak kucing dan anak anjing suka berantem?

12. Apa bedanya pemurung dan pemulung?

13. Berapakah kakinya anjring?

14. Kenapa Monas berdiri di JAKARTA?

15. Sebutkan 5 Indra?

16. Ayah Mery punya 5 orang anak perempuan, anak pertama bernama Sasa, kedua bernama Sese, ketiga bernama Sisi, keempat bernama Soso, kelima bernama apa?

Sementara 16 tebakan dulu yah… empat pertanyaan lagi insya Allah menyusul. kalau sudah tahu dan yakin benar jawabannya…silakan kirim no hp mu…biar lang bisa dikirimi pulsa

Hatur Nuhun

Budek Introspeksi

Ada suami dan istri yang selalu cekcok setiap hari. Akhirnya suaminya bete dan pergi ke warnet. Di warnet ia pun melakukan chating dengan seorang konsultan keluarga & kesehatan, dan kebetulan orang tersebut adalah seorang Dokter :

Suami: Dok, saya sudah tidak tahan dengan tingkah istri saya ….

Dokter : Lho, Memang kenapa?

Suami: Setiap saya berbicara dengannya, ia selalu men-cuekin saya. Saya menduga dia tuli ….

Dokter : O Gitu …. gampang lah. By the way, dia tulinya pada jarak berapa meter?

Suami: Lho, memangnya kenapa Dok?

Dokter: Begini, tuli pada jarak 4 meter berbeda dosis obatnya dengan tuli pada jarak 3 meter, 2 meter, apalagi 1 meter …

Suami: O gitu ya Dok. Baiklah saya cek dulu ke rumah …

Sesampainya di rumah ia melihat istrinya sedang memasak di dapur. Kemudian setelah dia mengukur, maka pada jarak 4 meter ia pun bertanya kepada istrinya. “Istriku sekarang kau masak apa?” Ternyata istrinya diam saja, dan ia pun melangkah 1 meter lagi mendekati istrinya dan ia bertanya lagi: “Istriku sekarang kau masak apa?”

Tetapi istrinya masih diam saja, lalu ia pun melangkah 1 meter lagi mendekati istrinya, dan dengan perasaan dongkol ia bertanya lagi kepada istrinya dengan berteriak kesal: “Istriku sekarang kau masak apa?” …. tiba-tiba suasana hening sejenak ….dan istrinya pun berbalik dengan amarah yang tampak di wajahnya, kemudian ia berkata dengan lantang, “Sudah kubilang 3 kali, aku masak rendang! Rendang!! Rendang!!! Masa sih kau tak dengar?”

Ha.. ha… begitulah kalau kita gagal mengidentifikasi kekurangan kita, maka biasanya kita akan mudah melihat kekurangan orang lain dengan cara yang tidak bijak. Jadi boleh disimpulkan, bagi orang-orang yang selalu melihat orang lain tidak sempurna, dan selalu melihat orang lain tidak becus melakukan sesuatu, atau selalu melihat apa yang dikerjakan orang lain itu salah, alias merasa paling benar sejagat, maka sepatutnya orang tersebut bercermin diri sebelum ajal menghampiri. Astaghfirullahal’aziim

BInGunG

Bingung adalah awal dari mengerti
Bahagia tanpa diawali bingung
Seperti makan tanpa diawali lapar

Bingung ibarat pil pahit
yang ga boleh digigit
cukup ditelan dan diikhlaskan

Bingung sebagai pertanda
Bahwa ada energi yang tersumbat
Maka harus BERGERAK sebagai obat

Selamat BERGERAK Sobat

Tawakkalkan CINTAmu yang terJAtuH

Jatuh cinta itu ajaib. Walaupun sepertinya “jatuh cinta” itu tidak sebaik “bangkit cinta, tapi “jatuh cinta” itu bisa sangat selaras dengan “bangkit cinta”. Hei, kenapa harus jatuh? Jawabnya : karena engkau harus bangkit. Siapa pun akan lebih mudah untuk bangkit, ketika sudah pernah terjatuh.

Tapi sahabatku, kalau jatuh melulu terhadap cintamu itu, maka kau telah salah jatuh. Salah tersungkur. Engkau hanya patut menjatuhkan dirimu pada Allah SWT, sehingga kekuatanmu untuk bangkit jauh lebih murni, mesra, dan harmonis dengan semesta, terutama dengan Sang Pencipta.

Jatuh itu lebih positif ketika kau sedang melangkah ke depan. Sebab jatuhmu relatif menuju ke depan. Artinya, ada kemajuan. Jangan jatuh dalam keadaan diam, apalagi tatkala melangkah mundur. Biasanya jatuhmu pun ke belakang, terjungkal, tidak ada kemajuan, bahkan luka kepala bagian belakang, mungkin saja berakibat kematian. Akhirnya wassalam.

Cinta yang dipendam itu mirip dengan kematian, minimal pingsan, atau terlalu lama ketiduran. Perlu dibantu oksigen murni untuk bangkit. Motivasi dari semesta Al-Quran, melodi suci kehidupan. Walau sekedar bangkit tuk membuktikan satu kata penolakan. Tapi setidaknya, kejelasan arah asmara, lebih berkiblat, bila terdendang “ya atau tidak, itu saja”.

Begitulah manusia, dalam kelabilannya seringkali malah ingin menambah labil hidupnya. Rupanya, makin labil makin asyik, sebab makin memahami kestabilan. Lepas dari itu, ada satu cinta yang jika engkau tulus membuktikannya, jawabannya pasti positif. Cintailah Allah dan Rosul-Nya. Tulus dan murni, tanpa justifikasi sesama. Ingat, jatah syurga dan neraka masih rahasia di balik ketentuan-Nya yang tegas sempurna. Tidak perlu saling menyalahkan, apalagi atas nama cinta.

Sebagai koreksi sang hati, mungkin jika saat ini ada di antaramu yang terkena visus merah jambu, lalu terjangkit demam cinta, batuk asmara, merinding dan meradang; berarti mungkin saja cintamu pada-Nya belum paripurna, cintamu pada rosul-Nya belum sedalam lautan angkasa. Jangan pendam cintamu, jangan padamkan energimu. Curahkan saja tanpa malu, kepada-Nya, Zat Penguasa Cinta, pencipta sang pangeran cinta.

Hei, bukan tidak boleh jatuh cinta pada libido asmara, dan pada keinginanmu menghargai ciptaan-Nya yang indah menawan, membuat bunga di jantungmu. Asalkan nafsu itu tersyari’atkan, filter di kerajaan Tuhan.

Sehingga waspadalah, jika cintamu langsung horizontal, maka kefanaannya kilat dan kehancurannya dekat. Itu sebabnya hadirkanlah cinta yang vertikal, transedental, pasti jauh lebih maksimal. Biarkan cintamu tersaring di ‘Arsy-Nya yang tinggi, bersama syariat Ilahi, agar yang terdistribusi ke bumi tinggal cinta yang murni, lebih mengabadi dan suci.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

{TERJEMAHAN DATA SUCI Q.S. Al-Baqoroh (2) : 165}

Akhwat AKTUAL

Bukan membual

Kau itu sakral

Penguat mental,

Bukan sekedar sensual

Kau itu aktual

Penyemangat amal,

Jangan diobral

Kau itu mahal

Produk spiritual,

Jangan kau jual

Sekedar yang sintal

Hanya yang kental,

Sedikit saja kau nakal

Maka dunia bisa sial

Dimana lagi ikhwan yang kebal,

Agar terhindar dari yang gombal

Agar bukan hanya seksual

Agar hidup tetap bermoral,

Oh.. semoga purnama potensial

Menghias akhwat beriman tebal

Memangkas syahwat ikhwan yang bebal

Mengapa aku harus ikhlas?

Mengapa aku harus ikhlas…. agar iblis jungkir balik, kalah telak tanpa balas

Mengapa aku harus ikhlas…. agar aku mendapatkan berkah dalam setiap butir beras

Mengapa aku harus ikhlas…. agar sinergiku kian selaras

Mengapa aku harus ikhlas…. agar magnet diriku tidak terlepas

Mengapa aku harus ikhlas…. agar manfaatku bisa berbekas

Mengapa aku harus menghormatinya…. sebab itu jalurku menuju syurga

Mengapa aku harus merawatnya… karena kasih sayangku dibutuhkannya

Mengapa aku harus mencintainya…. karena cinta membuat hatiku-hatinya berdaun berbunga

Mengapa aku harus hanya menyembah-Nya… sebab Dialah Tuhan, Zat Maha Kuasa

Mengapa aku tak boleh kecewa… boleh saja selama kecewaku berbuah taqwa

Mengapa aku tak boleh berduka… boleh saja selama dukaku memurnikan cinta

Mengapa aku tak boleh menguasai dunia….boleh saja jika aku sudah kuasai diri di jiwa

Mengapa aku tak boleh tebar pesona…. sebab segala pesona adalah milik Allah semata

Mengapa aku tak boleh mengeluh… karena keluhan membuatku rapuh

Mengapa aku tak boleh angkuh….. karena yang fana tak mungkin utuh

Mengapa aku tak boleh berlabuh…. sebab dunia saatnya melepas peluh

Mengapa aku tak boleh selingkuh…. mau dimana wajahku ditaruh

Mengapa ikhlasku tak boleh berkarat …. sebab Allah itu dekat

Mengapa aku tak boleh gila hormat… sebab orang gila harus dirawat

Mengapa aku tak boleh menjilat…. sebab mendzikirkan lidah jauh lebih nikmat

Mengapa aku tak boleh cinta berat… sebab dunia ini sebentar lagi kiamat

Mengapa aku tak boleh lari dari masalah…. karena aku tak mau lari dari kasih sayang-Nya

Mengapa aku tak boleh gundah dan gelisah…. agar jantungku tak lekas berdarah

Mengapa aku tak boleh memfitnah…. karena aku tak mau memakan daging mentah

Mengapa aku tak boleh jika ingin semuanya indah…. Karena indah hadir bersama masalah

Ya, mengapa aku harus ikhlas ….

Agar Allah meridhoiku dan semesta merasakan manfaatku

Sebab, tugasku menebar manfaat dan bukan menebar pesona

Seperti pohon… dilempar batu dibalas buah

Yang terbaik untukku dan semesta

Awet mudaku, pada jiwa yang tak lagi berbaju dunia

Salam Sinergi

KAng zEn

Antara Laskar Pelangi, Jerawat, Teh Telur, Bersin, dan Mawar Merah

Laskar Pelangi
Ingatkah doa si IKAL yang tak mau betul jadi TUKANG POS
tak mau betul pergi gawe sebelum subuh
dan Ikal pun mendapati ia menjadi yang paling tidak diinginkannya
karena terbenam dalam bawah sadarnya
mendapatkan yang difokuskannya
ya…hidup bagaikan GEMA

MAka kurangi DOA :
Ya Allah lunasilah hutang-hutangku …..
Tapi perbanyaklah doa :
Ya Allah berkahilah hartaku dan jadikanlah aku ahli sedekah yang penuh syukur…

Jerawat
Pernahkah engkau berjerawat?
bersyukurlah. ..sebab ada yang bilang
“Wajah tanpa jerawat bagaikan langit tanpa bintang”

Baiklah, jika suatu saat engkau berjarawat
hanya satu di sisi kiri hidungmu
satu senti (men) di bawah mata kirimu
ya…

Lalu kau bercermin… …5 detik saja
apa yang pertama kali engkau lihat di dalam cermin…
semoga bukan jerawat yang terlihat
bukankah hidung lebih berhak untuk dilihat?
bukankah hidung lebih besar dan lebih jelas?

Tentunya, tidak hanya karena satu jerawat kecil
kita pun lupa (bersyukur) memiliki hidung yang indah
Mengapa harus fokus kepada masalah yang kecil
kalaulah bersyukur atas hidung yang besar itu lebih mudah

Apalagi
fokus kepada jerawat… seringkali berarti fokus kepada masalah
sedangkan kita seringkali mendapatkan apa yang kita fokuskan
akhirnya bertambahlah masalah kita, jerawat kita……jerawat berjamaah

Teh Telur
Suatu saat…di Rumah Makan Padang SEDERHANA (tapi harganya tidak sederhana)
Aku dan sahabatku minum TEH TELUR PANAS
kira-kira 5 menit berlalu…baru sesenti kira-kira turun dari tinggi gelas
karena PANAS… ku minum sangat pelan
Tapi sahabatku 5 menit sudah tuntas
“Tak melepuh bibirmu ustadz”

Ujarnya “Pak Zen…jangan fokus sama panasnya, tapi fokuslah sama enaknya”
Subhaanallah resepnya mujarab betul
justru karena PANAS, TEH TELUR ini menjadi enak dan tidak enek

Bersin
Walaupun bersin itu ciri-ciri kita sedang terkena virus, bakteri, atau debu
tapi ucapkanlah ALHAMDULILLAH
bayangkan enaknya bersin
fokuslah sama enaknya bersin
maka bersin pun jadi enak
semoga penyakit tidak jadi hadir
karena syukur kita kepada ALLAH

Mawar Merah
Lihatlah bunganya
bukan durinya

Fokuslah pada bunganya maka kau akan merasakan indah, nyaman, harum, semerbak, cinta, dan kehidupan

sebab kalau fokus kepada durinya yang terasa adalah : tajam, berdarah, hendiplast, infeksi, amputasi, dan mati

ya
Duri bukan untuk mengurangi keindahan
tapi untuk melindungi keindahan sang mawar
dari gerakan binatang liar

Kesimpulan :
Seringkali (bukan pasti)… aku mendapatkan apa yang aku fokuskan
aku fokus kepada kenakalan anakku…anakku tambah nakal
aku fokus kepada kecantikan istriku…istriku tambah banyak cantiknya
aku fokus kepada kelemahan orang2 di sekitarku… malah aku yang tambah lemah
oh
rupanya aku harus belajar
menangkap basah kebaikan2 orang2 disekitarku
bukan menangkap basah kekurangan2 mereka
dan bukan mengatakan “TUMBEN berbuat baik, sudah taubat ya?”

Salam Sinergi

Kang Zen