Engkau adalah Sang Pemenang
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu mendapatkan kemenangan.
{TERJEMAHAN DATA SUCI Q.S. An-Naba’ (78) : 31}.
Selama mutiara di hatimu masih kokoh bersemayam, tidak tergadai apalagi terjual, murah ataukah mahal, maka kemenangan itu selalu berulang, sebab mutiara itu obor harapanmu.Ibarat laskar yang pantang pulang sebelum kemenangan di tangan, membela mati-matian, terjatuh satu terbangun seribu. Bukan kebetulan, lantaran kemenangan yang sejati, sangat besar peluangnya untuk berulang. Mengulangnya pun gampang lantaran berjuang di dalam pertolongan Tuhan. Ya, mutiara tetaplah sebagai mutiara dimana pun ia berada.
Tapi dalam kepalsuan, kemenangan itu hanyalah jurang yang dalam, ia hanya menambah derita; semakin lebar tawa, justru semakin derita dunia. Ingat saja, kemenangan para munafiqin hanya sementara, hanya membuat semesta alergi dan, para musisi hati pun mencari teman-teman sinergi, yaitu orang-orang bertaqwa sepertimu; untuk lebih fokus pada kemenangan sejati.
Kemenangan sejati itu FITRAH. Setiap dirimu dihadirkan sebagai pemenang sejati. Dan kau harus meyakini hal itu, sebab itu bukanlah semu, tiada trik dan tipu. Walau tak selamanya engkau memenangkan petualanganmu, tapi yakinlah bahwa selamanya engkau adalah sang pemenang. Percayalah, melodi kemenanganmu masih terpelihara hingga kini. Tarik nafasmu perlahan, dan rasakanlah memori kemenangan yang sejati itu.
Masih ingatkah, dulunya, dari sekitar setengah milyar sel spermatozoa yang terlepas bahagia, saat ledakan start lomba bersama purnama cinta, maka engkaulah satu-satunya yang bertahan, lantaran engkaulah sel spermatozoa yang paling sabar, paling tahu jalan, paling ikhlas, paling bertawakkal, paling bersyukur, paling mengerti tentang cinta, paling istiqomah, paling tinggi harapannya, sehingga engkau pun terus bergerak lincah bergairah menuju piala “ovum” yang tersedia hanya satu-satunya.
Kau pun meraihnya, memenangkan piala cinta; ya sendirian saja - walau kadang berdua, tapi sangat jarang si kembar tercipta. Seringnya, hanya satu pemenang tersisa. Dan, engkaulah satu-satunya pemenang itu, yang tersisa dari lima ratus juta. Buktinya kau terlahir di dunia ini. Silakan saja berbangga, tapi yang terpenting bersyukurlah, sebab kau terlahir sebagai sang pemenang, sang juara, sang penerima ruh suci dari-Nya, sang penerus harapan yang mulia.
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
{TERJEMAHAN DATA SUCI Q.S. Al-Insyiroh (94) : 7-8}
Sekali lagi aku yakinkan, engkaulah pemenang itu. Maka buanglah putus asamu, dan sambunglah asamu dan asa para saudaramu. Bersilaturahimlah. Jangan ceraikan apapun yang sudah baik bersatu, terlebih hanya lantaran ada satu dua tidak setuju. Lebih baik bersatu dengan sedikit dosa, daripada sendiri dengan membawa bangga, merasa paling suci. Percayalah, orang terbaik bukanlah orang yang tidak pernah berbuat dosa, tapi orang terbaik adalah orang yang segera bersuci dan bertaubat ketika dosa tak sengaja itu mengurangi kualitas bening mutiara hatinya.
Itu sebabnya, lepaskanlah egomu jika kau kini masih merasa menang sendirian,lalu suka mendominasi dan suka memaksa, sebab ternyata, siapapun manusia yang pernah kau lihat di semesta ini adalah sang pemenang. Sang satu-satunya. Memiliki jiwa fitrah yang sama denganmu, yaitu fitrah sang pemenang. Hei, daripada ego yang dipelihara, bukankah lebih bijak jika mutiara FITRAH yang disinergikan.